3 Smartphone Terbaik untuk Para Gamers

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan dengan smartphone yang kita punya. Salah satu kegunaannya adalah bermain game. Menurut survey yang dilakukan oleh badan penelitian di Inggris pada tahun 2012, ditemukan bahwa pemilik smartphone lebih banyak menggunakan telepon pintarnya untuk bermain game daripada mendengarkan musik, bertukar pesan atau bahkan menelepon.

Jadi telepon pintar apa yang terbaik untuk gaming? Kami telah memutuskan beberapa smartphone yang kami pikir memiliki kemampuan terbaik bagi para gamer.

samsung galaxy s8 plus

  1. Samsung Galaxy S8 dan S8 Plus

Smartphone terakhir keluaran Samsung menjadi salah satu telepon pintar dengan kemampuan gaming yang masuk ke dalam daftar kami yang bisa kamu beli (kalau kamu punya uang). Galaxy S8 dan S8 Plus memiliki fitur layar yang besar (5,8 inci untuk S8 dan 6,2 inci untuk S8 Plus) dan keduanya telah dilengkapi dengan tampilan resolusi tinggi (2.960 x 1.440).

Performa juga tidak diragukan karena telah memiliki RAM yang mumpuni dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 835 (atau Samsung Exynos 8895, tergatung daerah pemasaran). Daya tahan baterai masih rata-rata tapi tidak terlalu buruk karena smartphone ini juga sudah dilengkapi dengan fitur penghemat daya.

Spesifikasi:

  • 5,8 inci (S8), 6,2 inci (S8+) Super AMOLED display dengan resolusi 2960 x 1440, 570 ppi
  • Prosesor Octa-core Qualcomm Snapdragon 835 atau Octa-core Samsung Exynos 8895
  • RAM 4 GB
  • Memori internal 64 GB, memori external hingga 256 GB
  • 12 MP kamera belakang, 8 MP kamera depan
  • Baterai 3.000 mAh built-in
  • Android 7.0 nougat
  • 148,9 x 68,1 x 8 mm, 155 g (S8), 159,5 x 73,4 x 8,1 mm, 173 g (S8+)

 

oneplus 5

  1. OnePlus 5

OnePlus 5 baru dirilis di awal tahun tapi sudah menjadi banyak dipilih oleh para gamer di luar sana, terutama untuk para gamer yang menginginkan daya tahan baterai yang panjang tapi dengan harga yang murah. Layar 5,5 inci dengan resolusi 1.920 x 1080. Meski tidak lebih besar dari kompetitornya di atas, banyak gamer yang merasa ukuran ini sudah pas.

Yang terpenting adalah Qualcomm Snapdragon 835 yang tertanam di tubuhnya akan mampu mengeksekusi banyak game dengan grafis yang rumit. Kamu juga bisa mendapatkan smartphone ini dengan versi RAM yang lebih besar yaitu 8 GB, sangat cocok untuk memainkan permainan-permainan seru di situs judi bola online. Daya tahan baterainya sungguh luar biasa, sekali charging bisa bertahan seharian.

Spesifikasi:

  • 5,5 inci Optic AMOLED display dengan resolusi 1920 x 1080, 401 ppi
  • Qualcomm Snapdragon 835 moblie platform
  • 6/8 GB RAM
  • 64/128 memori internal, tidak ada slot memori eksternal
  • Baterai 3.300 mAh built-in
  • Android 7.1.1 Nougat
  • 154,2 x 74,1 x 7,25 mm, 153 g

 

moto z play

  1. Motorola Moto Z Play

Dikenal juga dengan nama Moto Z Play Droid, dirilis setahun yang lalu. Sebagai gadget kalangan menengah, Moto Z Play mungkin tidak memiliki spesifikasi sebaik smartphone yang telah kita diskusikan sebelumnya di artikel ini. Meski begitu, smartphone ini masih memiliki fitur lain yang cukup impresif dan vital untuk para mobile gamers: daya tahan baterai yang luar biasa. Dengan penggunaan yang biasa, baterai ukuran 3.510 mAh bisa bertahan hingga 2 hari dalam sekali charging. Meski akan terkuras lebih cepat saat bermain game, tetap saja kamu akan punya cukup waktu untuk bermain game lebih lama dibandingkan dengan smartphone lain.

Spesifikasi:

  • 5,5 inci Super AMOLED display dengan resolusi 1920 x 1080, 403 ppi
  • Qualcomm Snapdragon 625
  • 3 GB RAM
  • Memori internal 32 GB, memori eksternal hingga 256 GB
  • 16 MP kamera depan, 5 MP kamera belakang
  • Baterai 3.510 mAh built-in
  • Android 7.0 nougat
  • 156,4 x 76,4 x 7 mm, 165 g

SENNHEISER: DARI SEBUAH VOLTMETER HINGGA MENJADI PERUSAHAAN TERNAMA

Dunia suara selalu berevolusi setiap waktu. Dari tahun ke tahun, kita semua melihat perubahan besar di gadget yang digunakan orang-orang untuk mendengarkan musik sebagaimana perubahan yang terjadi pada musik itu sendiri. Era digital telah membawa dunia pada kemungkinan baru, menyediakan akses musik untuk kita dari sumber yang belum pernah terjamah sebelumnya.

Pengenalan pada teknologi baru seringkali membuat kita ingin melihat ke belakang, pada cerita dibalik kesuksesan dan kecanggihan alat yang ada di tangan kita sekarang ini. Ini adalah sekilas cerita tentang sejarah perusahaan manufaktur headphone terdepan, Sennheiser, berharap bahwa cerita ini bisa membawa kita untuk lebih mengerti seberapa cepat teknologi telah membawa kita jauh ke depan.

awal sejarah sennheiser

Hari Kelahiran

Sennheiser terlahir ke dunia hanya beberapa minggu setelah Perang Dunia II berakhir. Bermarkas di laboratorium Universitas of Hannover di Jerman, diprakasai oleh kelompok kecil yang terdiri dari 7 orang insinyur. Seorang lelaki matang berumur 32 tahun, Fritz Senheiser sedang berusaha menciptakan sebuah alat yang akan menjadi produk pertama mereka, sebuah voltmeter.

Beberapa tahun berikutnya, laboratorium ini mulai menciptakan sesuatu yang lebih mendekati pada apa yang kita harapkan, mikrofon. Beberapa tahun berikutnya, lab ini mulai merancang inovasi dengan konsep miniaturisasi, menciptakan DM3 mikrofon ‘tak kasat mata’ di tahun 1949 dan minatur headphone magentik di awal tahun 1950.

10 tahun sejak produk pertama mereka tercipta, group ini mulai berubah menjadi keluarga besar yang terdiri lebih dari 250 orang. Barang yang diproduksi pun semakin beragam seperti mikrofon, headphones, mixer, dan peralatan geofisikal. Di tahun 1958, mereka menamai diri mereka sendiri dengan sebutan “Sennheiser Electornic”.

Setelah Fritz Sennheiser diangkat menjadi guru besar kehormatan di Universitas Teknik Hannover, grup ini mulai menciptakan beberapa desain inovasi di sepanjang tahun 1960. Beberapa inovasinya adalah mikrofon stereo, mesin penjawab untuk Telefunken dan monitor bayi pertama di dunia yang dikenal dengan nama ‘Babysitter’.

Masa Kejayaan

Unit headphone pertama yang dirilis ke pasar adalah hasil produksi Sennheiser pada tahun 1968. Headphone HD414 terjual lebih dari 10 juta unit, menjadi headphone dengan penjualan terbaik di dunia di kala itu. Sekitar dekade inilah Sennheiser menjadi nama tersohor, sebuah nama yang akan terbersit di kepala tiap orang yang memikirkan tentang peralatan elektronik atau musik.

pimpinan sennheiser 1982

Di tahun 1980, Sennheiser mulai menyuplai headset ke maskapai penerbangan Jerman, Lufthansa. Namun begitu, usaha mereka untuk menjadi penyedia perusahaan dunia tidak sama sekali menghalangi kemampuan atau keinginan mereka untuk berinovasi. Sementara kita menganggap headphone nirkabel sebagai fenomena modern, Sennheiser sebenarnya telah mengerjakannya sejak awal 1980-an pada waktu yang hampir bersamaan ketikka manajemen beralih ke anaknya Fritz, Jorg.

Pada saat inilah perusahaan merilis sejumlah desain headphone mereka yang paling berpengaruh di pasar dunia. 1991, headphone elektrostatik Orpheus dirilus, yang datang dengan amplifier tabung untuk menambahkan volume dan kualitas suara. Pada tahun 1993, mereka merilis headphone inframerah digital pertama dunia (sistem IS 850).

sennheiser hd 800

Sennheiser Sekarang

Headphone nirkabel RF yang diproduksi oleh Sennheiser pada tahun 1995 memenangkan penghargaan Emmy, yang menandai perubahan nyata dalam industri ini. Dekade berikutnya, teknologi nirkabel RF ini berhasil dibawa ke industri mikrofon. Bahkan saat itu, headphone nirkabel Sennheiser memimpin pasar produk sejenisnya.

Kesuksesan perusahaan telah membawa mereka menjelejah ke seluruh dunia. Di kematian Fritz Sennheiser di tahun 2010, ia telah banyak menyumbangkan banyak kontribusi pada teknologi industri yang paling bergengsi. Sennheiser telah memperluas jangkauannya melampau Eropa, dengan perusahaannya terluarnya di Tiongkok, Jepang, dan Rusia.

Bluetooth atau WiFi : Gadget Audio Nirkabel Sesuai Kebutuhanmu

Bluetooth dengan cepat telah menjadi cara paling umum untuk menikmati audio nirkabel baik melalui speaker atau headphone. Namun begitu, ada satu kekhawatiran dari beberapa orang tentang bluetooth mengenai kualitas suara yang dihasilkan. Ada orang-orang yang masih lebih memilih teknologi nirkabel dengan WiFi seperti AirPlay, DNLA, Play-Fi, dan Sonos karena merasa jika fitur ini masih lebih baik jika dibandingkan dengan bluetooth.

logo bluetooth

Penggunaan Data Kompresi pada Bluetooth

Meski anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun masih ada hal lain yang bisa kita dapatkan dari bluetooth yang mungkin kamu belum tahu.

Bluetooth pertama kali diciptakan memang bukan untuk kebutuhan hiburan audio, tapi untuk menghubungkan antara headset dan speakerphone. Teknologi ini juga dirancang dengan bandwidth yang sempit sehingga mengharuskannya untuk menggunakan kompresi data terhadap sinyal audio. Hal seperti ini tidak akan menjadi masalah besar untuk percakapan via telepon, tapi lain halnya jika penggunaannya untuk reproduksi musik yang ideal.

Tidak hanya itu, bluetooth juga bisa menerapkan kompresinya ke data yang sudah melalui data kompresi sebelumnya, seperti file audio digital atau lagu yang didengarkan secara streaming dari internet. Tapi yang harus diingat adalah sistem bluetooth tidak harus menggunakan kompresi tambahan ini. Alasannya adalah:

Semua alat bluetooth sudah mendukung SBC (Low Complexity Subband Coding). Peralatan dengan fitur bluetooth bisa jadi telah dilengkapi dengan codecs opsional seperti yang dapat ditemukan di spesifikasi bluetooth tipe Advanced Audio Distribution Profile (A2DP).

bluetooth headset

Codecs opsional yang telah didukung oleh A2DP: MPEG 1 & 2 Audio (MP2 & MP3), MPEG 3 & 4 (AAC), ATRAC, dan aptX. Untuk lebih jelasnya: Format MP3 yang biasa digunakan untuk file berjenis audio sebetulnya adalah MPEG-1 Layer 3, jadi MP3 juga telah berada di bawah spesifikasi codec opsional. ATRAC adalah codec yang utamanya digunakan oleh produk Sony, terutama pada format rekaman digital MiniDisc.

Bluetooth atau WiFi?

Sistem speaker nirkabel telah menjadi terobosan yang menakajubkan bagi perkembangan teknologi audio. Tidak hanya mengurangi resiko tersandung atau kabel yang putus, teknologi ini juga memudahkan kita untuk memposisikan peralatan audio yang kita punya dengan lebih leluasa karena tidak akan lagi ada kesulitan mengurus kabel karena tidak ada lagi dinding yang bisa membatasi.

Tapi jenis nirkabel seperti apa yang cocok untuk kebutuhan kamu?

Bluetooth: Jika kamu ingin sesuatu yang cepat, simpel dan tidak membingungkan. Bluetooth akan menjadi pilihan yang sangat tepat. Kamu tidak perlu mengatur apapun hanya tinggal push & play (karena teknologi bluetooth tidak membutuhkan internet dalam pengoperasiannya.

logitech wireless headset

Peralatan audio bluetooth juga cenderung lebih murah dibanding peralatan yang menggunakan teknologi WiFi. Sayangnya, teknologi ini hanya bisa digunakan untuk jarak yang sangat sempit. Bluetooth hanya bisa meng-cover area paling luas 10 meter. Untuk rumah dengan 2 lantai atau lebih, kamu lebih disarankan untuk menggunakan WiFi.

WiFi: Cara kerjanya hampir mirip dengan bluetooth, menghubungkan antara satu gadget dengan gadget lainnya hanya saja untuk yang satu ini menggunakan sambungan internet dari WiFi. Dengan teknologi ini, kamu bisa menyambungkan beberapa speaker sekaligus dalam satu waktu. WiFi juga memungkinkan kamu untuk menggunakannya di tempat yang lebih luas sampai 46 meter.

Yang jadi masalah dari teknologi audio jenis ini adalah bandwidth, apalagi jika banyak orang yang menggunakan jaringan internet di rumah-mu. Pengaturan audio dengan sistem WiFi juga agak merepotkan dibandingkan dengan sistem bluetooth dan harganya cenderung lebih mahal.